Baru belajar sebentar, kok sudah bosan lagi nak?

Baru belajar sebentar, kok sudah bosan lagi nak?

Pahami kenapa dan bagaimana cara mengatasinya

Movement Maker

Baru belajar sebentar, kok sudah bosan lagi nak?

Pahami kenapa dan bagaimana cara mengatasinya (Parent Hack)

Ketika buku pelajaran dibuka dan pensil sudah di tangan, anak malah mulai menggoyangkan kaki, mencari mainan, atau meminta berhenti. Orang tua pun bertanya-tanya: apa pelajarannya terlalu sulit? Kenapa susah sekali fokus?

"Anak yang sulit belajar atau cepat bosan belum tentu malas atau kurang cerdas".

Bisa jadi, ia membutuhkan bantuan untuk memahami tugas, mengatur perhatian, atau menemukan tantangan yang sesuai.

Sulit belajar dan bosan juga perlu dibedakan. Sulit belajar berarti anak kesulitan memahami atau menguasai sesuatu. Sementara itu, bosan berarti anak sulit merasa terlibat dalam kegiatan. Keduanya bisa muncul bersamaan, tetapi penyebabnya belum tentu sama.

Sebelum buru-buru meminta anak “lebih serius”, coba perhatikan beberapa kemungkinan berikut.

 

1. Kemampuan fokusnya masih berkembang

Belajar menuntut anak melakukan banyak hal sekaligus: memperhatikan, mengingat arahan, menahan keinginan bermain, dan menyelesaikan tugas. Kemampuan mengatur diri ini berkembang secara bertahap.

Itulah sebabnya anak bisa memahami soal, tetapi tetap kesulitan mengerjakannya ketika televisi menyala. Memahami pelajaran dan menjaga perhatian membutuhkan kemampuan yang berbeda.

Parent Hack

Cobalah membuat sesi belajar singkat dengan target yang jelas. Misalnya, “Kita kerjakan dua soal dulu, lalu istirahat.” Sebagai awal, orang tua bisa mencoba 10 menit belajar diselingi 3 menit bergerak, lalu menyesuaikannya dengan respons anak.

Rapikan meja dan jauhkan gangguan yang tidak diperlukan. Saat perhatiannya teralihkan, bantu ia kembali dengan kalimat tenang: “Tadi kita sampai bagian mana, ya?”

 

2. Instruksinya terlalu banyak untuk diingat sekaligus

“Baca ceritanya, cari tokohnya, jelaskan alasannya, lalu tulis kesimpulannya.”

Bagi orang dewasa, arahan itu mungkin terasa sederhana. Bagi anak, ada banyak langkah yang harus disimpan dalam ingatan sambil dikerjakan.

Bayangkan ingatan sementara anak seperti meja kecil. Ketika terlalu banyak informasi diletakkan sekaligus, sebagian bisa terlupakan. Akibatnya, ucapan “Aku bosan” mungkin sebenarnya berarti, “Aku bingung harus mulai dari mana.”

Parent Hack

Bantu dengan memberikan satu instruksi setiap kali. Mulai dari, “Baca kalimat pertama dulu.” Setelah selesai, lanjutkan ke langkah berikutnya. Untuk tugas yang panjang, buat urutan tertulis atau bergambar agar anak bisa melihatnya kembali.

Orang tua juga bisa mencontohkan satu soal, mengerjakan soal berikutnya bersama, lalu memberi kesempatan anak mencoba sendiri.

 

3. Tantangannya belum pas

Tugas yang terlalu mudah bisa terasa membosankan karena anak sudah menguasainya. Sebaliknya, tugas yang terlalu sulit bisa membuat anak frustrasi dan ingin menghindar.

Saat anak mengeluh bosan, coba tanyakan, “Ini sudah terlalu gampang, atau ada bagian yang bikin bingung?”

Parent Hack

Jika terlalu mudah, ajak anak menjelaskan jawabannya atau membuat soal sendiri. Jika terlalu sulit, gunakan contoh yang lebih sederhana dan bantu langkah pertamanya.

Pilihan kecil juga bisa dicoba: “Mau latihan berhitung pakai gambar atau benda?” Setelah itu, amati apakah anak lebih mudah memulai dan memahami tugasnya.

Tidak perlu menebak-nebak kadar dopamin dari rasa bosan. Perilaku tersebut saja tidak bisa menunjukkan kondisi zat kimia dalam otak.

 

4. Tubuhnya sedang butuh istirahat

Kesiapan belajar juga dipengaruhi tidur. Kurang tidur dapat mengganggu perhatian, ingatan, dan kemampuan anak mengatur perilaku. Anak yang lelah pun tidak selalu terlihat mengantuk; sebagian justru tampak lebih aktif dan sulit fokus.

Parent Hack

Usahakan menjadwalkan waktu tidur dan bangun yang teratur. Menjelang tidur, pilih kegiatan tenang, seperti membaca buku atau berdoa, dan hindari layar terang.

Jika anak terlihat kelelahan, pertimbangkan memindahkan latihan yang sulit ke waktu ketika ia lebih segar.

 

5. Ada kesulitan yang perlu dipahami lebih lanjut

Jika anak terus kesulitan membaca, menulis, berhitung, atau mengikuti instruksi meskipun sudah dibantu, perhatikan polanya.

Catat tugas yang terasa sulit, bagian yang membuatnya berhenti, dan bantuan yang berhasil. Misalnya, apakah ia lebih memahami soal matematika ketika instruksinya dibacakan? Apakah ia bisa menjawab secara lisan, tetapi kesulitan menuliskannya?

Parent Hack

Bicarakan temuan tersebut dengan guru. Jika kesulitannya menetap dan menghambat kegiatan sehari-hari, konsultasikan dengan psikolog anak atau dokter anak. Cepat bosan saja belum cukup untuk menyimpulkan adanya ADHD atau gangguan belajar.

Saat anak kembali berkata, “Aku bosan,” cobalah membuka percakapan: “Bagian mana yang bikin kamu ingin berhenti?”

Dari jawaban dan perilakunya, orang tua bisa mulai memahami bantuan yang ia perlukan. Terkadang, langkah kecil seperti menyederhanakan instruksi atau memberi jeda sudah membuat kegiatan belajar terasa lebih ringan.

 




Temukan Bagaimana otaQku Bisa Membantu Anda

Masih ada pertanyaan atau ingin tahu lebih banyak? Tim otaQku dengan senang hati siap mendengar dan membantu kebutuhan Anda.

Temukan Bagaimana otaQku Bisa Membantu Anda

Masih ada pertanyaan atau ingin tahu lebih banyak? Tim otaQku dengan senang hati siap mendengar dan membantu kebutuhan Anda.

Temukan Bagaimana otaQku Bisa Membantu Anda

Masih ada pertanyaan atau ingin tahu lebih banyak? Tim otaQku dengan senang hati siap mendengar dan membantu kebutuhan Anda.