Dari Kompetensi ke Kesiapan Kognitif: Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dan otaQku Buka Peluang Kolaborasi Strategis

Dari Kompetensi ke Kesiapan Kognitif: Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dan otaQku Buka Peluang Kolaborasi Strategis

otaQku

Di tengah perubahan industri perbankan yang semakin kompleks, pengembangan sumber daya manusia tidak lagi cukup hanya bertumpu pada kompetensi teknis. Organisasi perlu memahami lebih dalam bagaimana individu berpikir, mengambil keputusan, merespons tekanan, beradaptasi, dan bekerja dalam dinamika tim yang terus berubah.

Semangat inilah yang menjadi benang merah dalam pertemuan strategis antara Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia atau LPPI dengan tim otaQku. Pertemuan yang berlangsung di Kampus LPPI, Kemang Raya - Jakarta Selatan, ini merupakan tindak lanjut dari undangan khusus Ibu Retno Wahyuni Wijayanti selaku Direktur LPPI bagian Pendidikan, Pelatihan, Riset, dan Konsultasi . Agenda tersebut menjadi ruang silaturahmi, sesi exclusive profiling, sekaligus penjajakan awal kerja sama strategis antara kedua institusi.

Kehadiran tim otaQku disambut hangat oleh Ibu Retno beserta jajaran direksi LPPI. Dalam diskusi yang berlangsung produktif, LPPI memberikan respons positif terhadap pendekatan otaQku dalam mendukung pengembangan SDM, khususnya pada area kepemimpinan, efektivitas tim, dan pemetaan kapabilitas individu berbasis data.

Melalui Standard Brain Profiling, otaQku menghadirkan pendekatan untuk membantu organisasi memahami pola individu dalam menerima informasi, memproses masalah, mengambil keputusan, dan merespons tekanan. Pendekatan ini dapat menjadi pelengkap bagi pengembangan kompetensi yang selama ini menjadi pondasi penting dalam industri perbankan.

Pertemuan ini juga membuka peluang penyusunan Memorandum of Understanding atau MoU sebagai langkah menuju kerja sama yang lebih formal. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menyinergikan pengalaman LPPI dalam pengembangan kompetensi industri perbankan dengan pendekatan otaQku dalam memetakan potensi dan kesiapan kognitif manusia secara lebih terukur.

“Kami sangat bersyukur atas undangan khusus dan sambutan yang luar biasa dari Ibu Retno serta jajaran direksi LPPI. Respons positif dan keterbukaan yang ditunjukkan menjadi pondasi penting bagi kami untuk melangkah menuju penyusunan draf MoU,” ujar perwakilan manajemen otaQku.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk membawa pendekatan neurotech ke dalam ekosistem pengembangan SDM perbankan. Bukan untuk menggantikan penilaian kompetensi, tetapi untuk memperkaya cara organisasi memahami manusia secara lebih utuh: dari apa yang dikuasai, bagaimana seseorang berpikir, hingga bagaimana potensi terbaiknya dapat dikembangkan secara lebih tepat.



Temukan Bagaimana otaQku Bisa Membantu Anda

Masih ada pertanyaan atau ingin tahu lebih banyak? Tim otaQku dengan senang hati siap mendengar dan membantu kebutuhan Anda.

Temukan Bagaimana otaQku Bisa Membantu Anda

Masih ada pertanyaan atau ingin tahu lebih banyak? Tim otaQku dengan senang hati siap mendengar dan membantu kebutuhan Anda.

Temukan Bagaimana otaQku Bisa Membantu Anda

Masih ada pertanyaan atau ingin tahu lebih banyak? Tim otaQku dengan senang hati siap mendengar dan membantu kebutuhan Anda.