20 Menit
cukup untuk hindari salah jurusan dengan otaQku
Cara Kerja otaQku
Brain profiling qEEG bukan hal baru. Kami memanfaatkan teknologi yang sama dengan pendekatan khusus untuk pemetaan kemampuan belajar.
Step 1
Headset EEG dipasang di kepala, merekam aktivitas listrik otak selama 20 menit. Tidak invasif, tidak mengirim sinyal — hanya menangkap. Sama seperti EKG, tapi untuk otak.
Step 2
Algoritma kami memproses data otak menjadi 17 metrik kemampuan: atensi, daya ingat, fungsi bahasa, logika, gaya belajar, kecerdasan majemuk, hingga ketahanan stres.
Step 3
Algoritma kami memproses data otak menjadi 17 metrik kemampuan: atensi, daya ingat, fungsi bahasa, logika, gaya belajar, kecerdasan majemuk, hingga ketahanan stres.
1
2
3
Sebelum
Anak mau ambil Teknik Mesin karena papanya insinyur. Tapi dia stres tiap belajar fisika, dan kami bingung apakah ini cocok.
Sesudah
Ternyata kekuatan otaknya di komunikasi dan bahasa, skor 82. Sekarang dia confident pilih Ilmu Komunikasi.
"Kalau gak profiling otaQku, mungkin sekarang dia masih maksain di jurusan yang gak cocok. Hasilnya jelas, datanya konkret."

Sri Mulyani
Anak mau ambil Teknik Mesin karena papanya insinyur. Tapi dia stres tiap belajar fisika, dan kami bingung apakah ini cocok.
Sebelum
Anak mau ambil Teknik Mesin karena papanya insinyur. Tapi dia stres tiap belajar fisika, dan kami bingung apakah ini cocok.
Sesudah
Ternyata kekuatan otaknya di komunikasi dan bahasa, skor 82. Sekarang dia confident pilih Ilmu Komunikasi.
"Kalau gak profiling otaQku, mungkin sekarang dia masih maksain di jurusan yang gak cocok. Hasilnya jelas, datanya konkret."

Sri Mulyani
Anak mau ambil Teknik Mesin karena papanya insinyur. Tapi dia stres tiap belajar fisika, dan kami bingung apakah ini cocok.
Sebelum
Anak mau ambil Teknik Mesin karena papanya insinyur. Tapi dia stres tiap belajar fisika, dan kami bingung apakah ini cocok.
Sesudah
Ternyata kekuatan otaknya di komunikasi dan bahasa, skor 82. Sekarang dia confident pilih Ilmu Komunikasi.
"Kalau gak profiling otaQku, mungkin sekarang dia masih maksain di jurusan yang gak cocok. Hasilnya jelas, datanya konkret."

Sri Mulyani
Anak mau ambil Teknik Mesin karena papanya insinyur. Tapi dia stres tiap belajar fisika, dan kami bingung apakah ini cocok.
Sebelum
Anak mau ambil Teknik Mesin karena papanya insinyur. Tapi dia stres tiap belajar fisika, dan kami bingung apakah ini cocok.
Sesudah
Ternyata kekuatan otaknya di komunikasi dan bahasa, skor 82. Sekarang dia confident pilih Ilmu Komunikasi.
"Kalau gak profiling otaQku, mungkin sekarang dia masih maksain di jurusan yang gak cocok. Hasilnya jelas, datanya konkret."

Sri Mulyani
Anak mau ambil Teknik Mesin karena papanya insinyur. Tapi dia stres tiap belajar fisika, dan kami bingung apakah ini cocok.
Pemindaian Otak
CFI (Validitas)
Pemindaian
Hasil Keluar



